Jumat, 02 Oktober 2009

Baca Baca

Hanya sekedar membaca ya,
Ya! memang hanya sekedar saja, tetapi pengaruhnya sangat luar biasa. Bayangkan! ketika orang membaca sebuah tulisan sang hypnotis Mas Romi Rafael yang disiarkan oleh televisi swasta itu langsung tidur dan tidak sadar diri. Dirinya sudah dipengaruhi oleh bacaan yang di tuliskan oleh sang master. Atau anda melihat betapa hebatnya pengaruh membaca itu terhadap orang yang rela melakukan bom bunuh diri baik yang terjadi di Indonesia maupun yang diluar sana seperti yang sering terjadi di Irak dan Pakistan. Luar biasa! Atau anda juga mungkin yang sudah mendapatkan berbagai kenikmatan dalam hidup ini tanpa disadari adalah karena anda sudah mampu membaca. Ya memang lebih jauhnya anda kembangkan dengan membaca peta politik, membaca perkembangan ekonomi, membaca strategi kawan atau apapun dapat kita kembangkan sendiri dari hasil membaca kita itu. Pada intinya dengan membaca kita akan semakin memahami keadaan suatu perkara yang baru saja kita baca, Blog ini pun yang saya ikut terlibat didalamnya adalah dari kegiatan yang sangat sederhana itu. Bagaimana dengan anda? Sudahkan anda membaca apapun hari ini? hehe pasti jawabannya sudah atuh…

Senin, 15 Juni 2009

Kemarin yang aneh

Fr" old friend"

sebenarnya sih cuma sekedar mampir di face book 'mu' tapi ternyata getaran ilmu yang ada disana membuat temen temen semakin berani untuk tampil bedza didepan yang lain...luar biasa kharisma mu "sobat"

Salam,
Abdul

Ada ada aja....

Padahal bukan maksud mementahkan orang yang punya kreativitas tapi ternyata orang teh banyak yang belum siap dengan perjalanan hidup yang berliku....hm hm adalah "kamu" yang selalu berlaku aneh dalam hidup ini, Ada sih waktu kita banyak berarti tetapi kebanyakan hanya membuang waktu saja....ah andai kamu mengerti dengan banyak idea yang muncul pasti akan semakin menarik....ya andai saja....

Jumat, 17 April 2009

Belajar bukan untuk hari ini

memahami kata belajar kadang kadang kita selalu teringat tentang suatu tempat yang eksklusif dan nyaman... entah disekolah, kampus atau tempat tempat kursus kursus mahal.... bagaimana air conditioner meniupkan udara segar dan sepoi sepoi....atau kah dosen yang cantik menerangkan kisah tentang cleopatra yang tertunda tunda terus...... hm hm itu tidak salah tetapi tentu pengertian bahwa belajar harus disekolah atau dikampus tentu itu salah, apakah kita tidak pernah mengalami suatu keadaan yang membuat kita harus lebih baik lagi dikemudian hari? bukankah di situ ada proses pembelajaran yang sangat mahal.... atau pernahkah kita membaca suatu keadaan dimana keadaan itu mengharuskan kita membuat sebuah keputusan yang sangat aneh? misalnya menjadi "caleg".. ataukah kita tidak pernah mneyadari bahwa membaca buku di Taman Bacaan atau diperpustakaan adalah sebuah pembelajaran.... coba direnungkan sejenak tentang itu... dan harus dinga bahwa bacaan kita hari ini bukanlah untuk kita masak hari ini juga....apa yang didengar hari ini bukan untuk kita sampaikan hari ini juga...artinya dalam pembelajaran ada proses yang haru s ditempuh beberapa waktu sehinga kita tahu bahwa ada hasili yang kita tidak tahu... yang jelas belajar hari iini adalah untuk seumur hidup kita.....

Selasa, 20 Januari 2009

Sodok Meyodok "Makanan"

Saya tertegun melihat banyak orang antri untuk makan siang disebuah kedai sederhana di Bandung sini. Kalau melihat tempatnya tidak begitu istimewa hanya sepetak kecil penuh dengan menu yang nampak sangat rapi. Kebersihan yang terjaga mungkin itu salah satu diantara sekian pilihan pelangggan yang antri siang tadi. ketertegunan saya semakin bertambah tatkala ada seseorang yang mencoba nyalip langsung ketempat terdepan....aneh. Mungkin dia terlalu lapar hingga enggan untuk antri atau memang sudah nyarter duluan hingga dia merasa biasa biasa saja...tetapi tentu prilaku seperti itu tidak mencerminkan sopan santun budaya orang Bandung atau mungkin dia tidak membaca tulisan deket piring didepannya"Harap Antri"....kok bisa ya?

Hari Gini Belum Bisa Baca?

Tidak semua anak Negeri ini memiliki kemampuan yang sama dalam hal baca membaca buku. Dunia pendidikan kita kalau tidak dikatakan aneh memang sedang carut marut. Masyarakat masih belum bisa memposisikan pikirannya antara politik dan pendidikan. Semua serba aneh. Bagaimana bisa begitu? Tanya saja pada daun yang berguguran...

Sabtu, 22 November 2008

Bercocok Tanam


Di Bandung Lain halnya yang dilakukan oleh pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Arjasari, Bandung. Mereka punya program yang tergolong inovatif. Sistem pengelolaannya sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat relawan. Bedanya para pengurusnya adalah orang dewasa. Namun pengunjungnya sebagian besar adalah anak-anak.


Andi Mangku Puspita (40) misalnya, ia berprofesi sebagai pengusaha pemotongan ayam. Namun di sela-sela waktunya, dia aktif menjadi pengurus TBM- Arjasari yang berlokasi di Perumahan Kota Baru Arjasari Blok A 21, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Andi sepulang bekerja ia mengabdikan diri di taman bacaan. “Datang jam sepuluh pagi hingga sore hari,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa dirinya mencari nafkah pada malam hari.


Dalam menggalang minat baca pada masyarakat, Perpustakaan Arjasari punya kiat yang seru. “Kita keliling kampung menggelar acara topeng monyet,” ungkap Andy, yang bertugas di bidang kreativitas. Menurutnya, atraksi topeng monyet dilakukan untuk mendatangkan massa. Setelah itu, digelar buku-buku bacaan di sekitar lokasi permainan. Tujuannya agar masyarakat yang menonton tertarik untuk membaca. “Di sela- sela acara disisipkan pesan untuk peduli pada budaya membaca,” kata Andy, bapak beranak satu itu.


Seperti perpustakan di tengah pemukiman warga pada umumnya, waktu buka juga dilakukan setiap hari. Hari Sabtu dan Minggu serta hari libur adalah saat yang ramai. Pengunjung yang hadir bisa mencapai 200 orang.


“Tidak hanya anak-anak dan remaja yang datang, tapi juga para orang tua. Umumnya ibu-ibu membaca majalah wanita dan buku resep makanan, ” ungkap Andy.


Karena sistem pengelolaan yang melibatkan masyarakat, TBM-Arjasari pernah menggondol Juara Pertama Lomba Perpustakaan Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2006. Uniknya lagi, perpustakaan tersebut mempunyai jam buka yang tidak terbatas. “Selama 24 jam kami selalu terbuka dan siap melayani. Banyak bapak-bapak suka datang untuk membaca buku pada malam hari,” tambahnya.